Selama ini, jika seseorang akan mengarang, biasanya yang pertama kali
ditentukan adalah tema. Tema sering dianggap orang sebagai sesuatu yang paling
sentral dan sakral dalam urusan karang-mengarang, sedangkan topik dianggap
tidak sesakral tema, dan pada umumnya dibicarakan kemudian.
Topik &
Judul
Topik berarti pokok pembicaraan atau pokok permasalahan. Topik karangan
adalah suatu hal yang akan digarap menjadi karangan. Topik karangan merupakan
jawaban atas pertanyaan Masalah apa yang
akan ditulis ? atau Hendak menulis
tentang apa ?
Adapun judul karangan pada dasarnya adalah perincian atau penjabaran topik.
Jika dibandingkan dengan topik, judul lebih spesifik dan sering telah
menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas.
Dalam penggarapan karangan ilmiah, misalnya skripsi, judul memang
ditetapkan pada awal proses penulisan, yaitu pada waktu pengajuan outline. Namun, perlu diketahui bahwa
proses pembuatan judul itu sebenarnya tetap berawal dari pemilihan topik. Dalam
hal ini, disiplin ilmu, jurusan, bidang spesifikasi/kajian yang diambil oleh
mahasiswa penyusun skripsi itulah yang menjadi topik skripsinya. Pada jenis
karangan lain seperti artikel sederhana, judul dapat dibuat sesudah karangan
selesai.
Perhatikan contoh topik dan judul berikut ini.
|
TOPIK
|
JUDUL
|
|
1. Pertandingan Sepak Bola PSMS Melawan Persib
|
1a. Mampukah Ayam Kinantan Meredam Maung Bandung ?
1b. PSMS dan Persib akan Menggoyang Stadion
Senayan
1c. Ini Dia, Dua Musuh Bebuyutan (PSMS vs
PERSIB) Adu Kekuatan di Senayan.
|
|
2. Putus Sekolah
|
1a. Kiat Menekan Tingginya Angka Putus Sekolah
1b. Tingginya Angka Putus Sekolah Merupakan
Problema Pendidikan.
1c. Masalah Tingginya Angka Putus Sekolah, PR Bagi
Ahli Pendidikan
|
Jika memilih topik, tentu saja masalah yang dipilih
adalah yang menarik perhatian penulis. Tidak jarang permasalahan yang dipilih
itu masih bersifat umum dan terlalu luas. Sebelum mengangkat sesuatu menjadi
topik dalam tulisan,pengarang harus benar-benar mengetahui pokok persoalannya. Agar
pembicaraan pengarang tidak melebar, hendaknya topik dipersempit atau dibatasi
sesuai dengan rencana dan maksud pengarang. (c.f. Rahmat, 1999 : 21 – 23)
Tema
Tema berarti pokok pemikiran. Ide atau gagasan
tertentu yang akan disampaikan oleh penulis dalam karangannya disebut tema
karangan. Penetapan tema sebelum mulai mengarang sangatlah penting untuk
pedoman menulis secara teratur dan jelas sehingga isi karangan tidak menyimpang
dari tujuan yang telah ditetapkan.
Tema dapat juga diartikan sebagai pengungkapan
maksud dan tujuan. Tujuan yang dirumuskan secara singkat dan wujudnya berupa
satu kalimat, disebut tesis. Tesis juga dapat diartikan sebagai pernyataan
singkat tentang tujuan penulisan. Berbeda dengan tesis, rumusan tema boleh
lebih dari satu kalimat, asalkan seluruh kalimat bersama-sama mengungkapkan
satu ide (ide karangan). Perhatikan contoh di bawah ini :
Topik :
Cara Mengemukakan Pendapat yang Efektif
Tesis/tujuan : Membekali pembaca tentang cara mengemukakan
pendapat secara logis dan sistematis dengan menggunakan
bahasa yang tepat dan pas.
Berdasarkan uraian di atas, contoh berikut akan memperjelas
kedudukan tema dalam suatu kerangka karangan.
Topik :
Kemacetan Lalu Lintas
Subtopik :
Upaya Mengatasi Kemacetan Lalu-lintas
Judul
: (dapat dirancang sesuai dengan selera penulisnya berdasarkan topik di
atas), misalnya :
(1) Macet Lagi, Macet Lagi, ... Pusing !
(2) Lalu Lintas Macet, Penyakit Modernisasi
(3) Kemacetan Lalu Lintas Dapat Memicu Stress
Tema : Upaya mengatasi kemacetan lalu lintas bukalah semata-mata menjadi
tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan juga menjadi tanggung jawab seluruh
warga masyarakat pemakai jalan. Permasalahan lalu lintas tidak mungkin dapat
dipecahkan tanpa bantuan semua pihak yang terkait. Dalam hal ini yang paling
diperlukan adalah kesadaran berlalu lintas secara baik, teratur, sopan, dan
bertanggung jawab.
Kerangka (Outline)
Karangan
Kerangka karangan adalah rencana teratur tentang
pembagian dan penyusunan gagasan. Fungsi utama kerangka karangan adalah
mengatur hubungan antara gagasan-gagasan yang ada. Melalui kerangka karangan,
pengarang dapat melihat kekuatan dan kelemahan dalam perencanaan karangannya. Dengan
cara ini pengarang dapat mengadakan penyesuaian sebelum menulis (bandingkan
dengan blue print atau cetak biru
pembangunan gedung)
Secara terinci kerangka karangan dapat membantu
pengarang/penulis dalam hal-hal sebagai berikut.
1. Kerangka karangan akan mempermudah pengarang menuliskan
karangannya dan dapat mencegah pengarang mengolah suatu ide sampai dua kali,
serta mencegah pengarang keluar dari sasaran yang sudah ditetapkan.
2. Kerangka karangan akan membantu pengarang
mengatur atau menempatkan klimaks yang berbeda-beda di dalam karangannya.
3. Bila kerangka karangan telah rapi
tersusun, berarti separuh karangan telah selesaikarena semua ide telah
dikumpul, dirinci, dan diruntun dengan teratur. Pengarang tinggal menyusun
kalimat-kalimatnya saja untuk ”membunyikan” ide dan gagasannya.
4. Kerangka karangan merupakan miniatur dari
keseluruhan karangan. Melalui kerangka karangan, pembaca dapat melihat intisari
ide serta struktur suatu karangan.
Bentuk Kerangka Karangan
Kerangka karangan ada dua macam, yaitu kerangka
topik dan kerangka kalimat. Dalam praktik pemakaian, yang banyak dipakai adalah
kerangka topik.
Isi kerangka topik terdiri atas kata, frasa, dan
klausa yang didahului tanda-tanda yang sudah lazim untuk menyatakan hubungan
antargagasan. Tanda baca akhir (titik) tidak diperlukan karena tidak dipakainya
kalimat lengkap.
Kerangka kalimat lebih bersifat resmi, dan isinya
berupa kalimat lengkap. Pemakaian kalimat lengkap menunjukkan diperlukannya
pemikiran yang lebih luas dari pada yang dituntut dalam kerangka topik. Tanda baca
titik harus dipakai di akhir setiap kalimat yang dipakai untuk menuliskan judul
bab dan subbab.
Pola Penyusunan Kerangka Karangan
Ada dua pola terpenting yang lazim dipakai untuk
menyusun kerangka karangan, yaitu :
1. Pola alamiah
Penyusunan kerangka karangan yang berpola
alamiah berdimensi ruang dan waktu. Oleh karena itu, urutan unit-unit dalam
kerangka pola alamiah dapat dibagi dua, yaitu (a) urutan ruang, dan (b) urutan
waktu. Yang dimaksud dengan urutan ruang adalah pola penguraian yang
menggambarkan keadaan suatu ruang: dari kiri ke kanan, dari atas ke bawah, dan
seterusnya; sedangkan urutan waktu adalah penguraian berdasarkan uruta kejadian
suatu peristiwa atau rangkaian peristiwa secara kronologis.
2. Pola Logis
Pola logis memakai pendekatan berdasarkan
cara berpikir manusia. Cara berpikir ada beberapa macam dan pendekatannya
berbeda-beda bergantung pada sudut pandang dan tanggapan penulis terhadap topik
yang akan ditulis. Itu sebabnya dalam kerangka pola logis timbul variasi
penempatan unit-unit. Adapun macam-macam urutan logis adalah
klimaks-antiklimaks, sebab-akibat, pemecahan masalah, dan umum-khusus.
Disalin dari :
Buku :
Komposisi Bahasa Indonesia
Pengarang :
Lamudin Finoza